EGAAMALIA.blogspot.com- Nabi Luth a.s adalah putra Harun bin
Thari. Beliau adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s dan Ibrahim a.s adalah paman
Nabi Luth a.s. Ayahnya bernama Haran bin Tareh, yaitu saudara kandung
Ibrahim dan saudara kembar dari Nahor.
Perkiraan masa hidup nabi luth yaitu sejak 1870 SM – 1950 SM. Kemudian tahun ia
di angkat menjadi seorang nabi yaitu pada 1900 SM. Obyek dan Wilayah Dakwah nabi Luth yaitu dinegeri Sodom (Sadum)
dan ‘Amorah (Gomora) di Syam Palestina. Ia menikah dengan seorang gadis yang
bernama Walihah. Luth memiliki dua anak perempuan Raitsa dan
Zaghrata. Serta Nabi luth wafat di Bani Na’im.
KISAH NABI LUTH A.S
Nabi Luth beriman kepada
pamannya yaitu Nabi Ibrahim, Nabi luth senantiasa selalu mendampingi Nabi
Ibrahim a.s dalam semua perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka
mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil. Kemudian
nabi Ibrahim membagi harta mereka menjadi dua bagian yang masing-masing dari
harta tersebut menjadi milik Nabi Ibrahin a.s dan juga milik Nabi Luth. Nabi Luth
meninggalkan kota kediaman pamannya yaitu
Nabi Ibrahim setelah mendapatkan perintah dan restu dari pamannya tersebut. Ia
lantas pergi menuju kesebuah daerah yang dikenal dengan nama kota sadum dimana
kota tersebut terdapat banyak penduduknya yang sangat buruk perilakunya lagi
kafir pikirannya. Mereka senang merampok para musafir yang melewati kota
tersebut, berkumpul disuatu tempat untuk berbuat kemungkaran, dan juga mereka
senang menyukai sesama jenis seperti laki-laki menyukai laki-laki (Homoseksual)
dan perempuan menyukai sesama perempuan (Lesbian). Sungguh mereka merupakan
orang-orang yang kelam dan sangat menyalahi fitrah manusiawi.
[1]Allah
juga berfirman, “Dan (ingatlah) ketika
Luth berkata kepada kaumnya, “ kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat
keji. (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun dari umat-umat
sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan
ditempat-tempat pertemuanmu? “ maka jawaban kaumnya tidak lain hanya
mengatakan, “datanglah kepada kami adzab allah, jika engkau termasuk
orang-orang yang benar.” Dia (Luth) berdoa, “ya tuhanku, tolonglah aku (dengan
menimpa adzab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.” Dan ketika utusan
kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim
dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “ sungguh, kami akan
membinasakan penduduk kota sadom ini karena penduduk sungguh orang-orang
zhalim. “Ibrahim berkata, “ sesungguhnya kota ada Luth. “mereka (para malaikat)
berkata, “ kami lebih mengetahui siapa yang ada dikota itu. Kami pasti akan
menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk
orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). “ dan ketika para utusan kami (para
malaikat) datang kepada Luth, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan)
mereka, dan merasa mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka , dan mereka
(para utusan) berkata, “janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati.
Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikut, kecuali istrimu,
dia termasuk orang-orang yang dibinasakn. “ sesungguhnya kami akan menurunkan
adzab dari langit kepada penduduk kota ini Karena mereka berbuat fisik. Dan
sungguh, tentang itu telah kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi
orang-orang yang mengerti.” (Al-Ankabut
: 28-35)
Mereka melakukan kemungkaran
dalam bentuk yang sangat tidak bisa ditoleransi lagi. Apa yang mereka lalukan
belum pernah dilakukan oleh manusia manapun pada zaman terdahulu. Lebih dari
itu mereka meninggalkan kaum wanita. Merasa tidak dihargai lagi, kaum wanita
pun mulai mengikuti jejak kaum laki-laki dengan cara menyukai sesama jenis pula.
Sama seperti laki-laki yang menyukai
kaum laki-laki atau disebut dengan (homoseksual). Melihat kejadian tersebut
nabi luth menyeru kepada mereka untuk meninggalkan perbuatan keji mereka serta
menyembah Allah SWT tuhan mesesta alam. Tidak mempersekutukan-Nya serta
melarang mereka melakukan perbuatan nista,keji,dan mungkar yang diharamkan oleh
Allah SWT.
[2]Allah
SWT menyebutkan kisah kaum nabi luth pada sejumlahnya surat dalam Al-qur;an,
diantaranya Allah berfirman, “ Dan (kami
juga telah mengutus) luth, ketika dia berkata kepada kaumnya,” mengapa kamu
melalukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum
kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama
lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. “
dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata “ usir lah mereka (luth dan
pengikutnya) dari negerimu ini mereka adalah orang yang menganggap dirinya
suci”. Kemudian kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia
(istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. Dan kami hujani mereka dengan
hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (AL-A’RAF : 80-84).
Namun, kaum Nabi Luth tidak ada
yang mau mendengar apa yang disampaikan. Bahkan satu orang pun tidak ada yang mau
mendengarkan. Mereka tidak peduli, mereka tetap tidak mau meninggalkan
kebiasaan jelek mereka yang keji itu. Mereka juga tidak takut akan hukuman yang
diancam apabila mereka masih dalam
kesesatan dan kemungkaran yang mereka lakukan. Bukan hanya itu saja, mereka
juga berniat untuk mengusir rasul yang diutus kepada mereka dari kota yang
mereka tinggali. Nasehat apapun yang diberikan oleh nabi luth kepada mereka tidak
ada yang mereka dengarkan dan tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka.
Mereka tahu bahwa Nabi Luth
merupakan orang yang suci, namun kesucian Nabi Luth dianggap sebagai aib oleh
mereka, sampai-sampai mereka berniat untuk mengusir nabi luth dari kota tersebut.
Penyebabnya tidak lain karena mereka begitu ingkar dan sama sekali tidak
menerima kebenaran dan ajakan nabi luth untuk hanya beriman kepada Allah SWT,
mematuhi perintahnya dan meninggalkan semua larangan allah SWT.
Bukan hanya kaum Nabi Luth yang
tidak menerima ajakan Nabi Luth, bahkan istri dari nabi luth sendiri juga tidak
mau menerima ajakan dari Nabi Luth. Ia mulai terpengaruh oleh kesesatan kaum
Nabi Luth, ia buta akan harta. Ia tidak henti-henti menggunakan setiap
kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau
perorangan mengajak agar mereka beriman dan percaya kepada Allah SWT dan
menyembah-Nya. Tanpa rasa lelah ia kembali mengajak kaumnya untuk melakukan
amal saleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan lagi mungkar. Akan tetapi
keruntuhan moral dan kerusakan akhlak merka itu telah mendarah daging di dalam
diri mereka dan pengaruh hawa nafsu
serta bujukan setan sudah begitu kuat dan menguasai hati dan pikiran mereka,
maka dakwah dan ajakan Nabi Luth yang dilaksanakan dengan kesabaran dan
ketekunan pun tidak mendapat tempat di dalam hati dan pikiran mereka dan
berlalu begitu saja,layaknya masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
Telinga-telinga mereka sudah menjadi tuli terhadap ajaran-ajaran Nabi Luth
sedangkan hati dan pikiran mereka sudah tersumbat dan sudah dibutakan dengan
ajaran-ajaran setan dan iblis. Termasuk istri Nabi Luth sendiri.
[3]Istri
Luth adalah perempuan kafir sama seperti istri Nuh sebagaimana penjelasan Allah
dalam kitab sucinya “Allah membuat istri
Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang kafir. Keduanya berada
dibawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh diantara hamba-hamba kami; lalau
kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu
tiada dapat membantu mereka sedikitpun
dari (siksa) Allah SWT; dan dikatakan (kepada keduanya); “ masukalh kedlam
jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).” (Q.S
At-Tharim: 10)
Setelah sekian lama Nabi Luth
berdakwah, dan tidak mendapatkan respon sama sekali dari kaumnya, dengan rasa
sedih dan kekecewaan yang mendalam Nabi Luth pun memanjatkan doa kepada allah
SWT untuk menolongnya dari kaumnya yang rusak itu. Mendengar keluhan dari Nabi Luth
yang diutus oleh-Nya, maka Allah SWT pun mengutus malaikat-Nya yang suci, para
malaikat yang perkasa, untuk menemui Nabi Luth.
Namun, sebelum mereka menemui
Nabi Luth, mereka terlebih dahulu diperintahkan oleh Allah SWT untuk
mengunjungi Nabi Ibrahim yang merupakan paman dari Nabi Luth tersebut untuk
menyampaikan kabar gembira kepadanya tentang kedatangan seorang anak yang
pandai yaitu Ishaq, dan dari Ishaq akan lahir putranya yang bernama Ya’qub. Setelah
mengetahui siapa tamu yang sebenarnya datang kerumahnya. Dan istrinya yang berdiri (dibalik tirai)
lalu ia tersenyum setelah mendengar pembicaraan Nabi Ibrahim dengan malaikat
tersebut. Seketika itu rasa takut Nabi Ibrahim hilang dan berita gembira telah
datang padanya. Tak hanya itu para malaikat
juga memberitahukan kepada Nabi Ibrahim bahwasannya mereka akan menuju kenegeri
Sadum tempat Nabi Luth ditugasakan untuk berdakwah. Allah SWT memerintahkan
mereka untuk menghancurkan tempat tersebut beserta dengan seluruh penduduknya
yang berbuat hina dan nista tersebut.
[4]Allah
juga berfirman pada surat Hud, “ dan para
utusan kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar
gembira, mereka mengucapkan, “selamat”. Dia (Ibrahim) menjawab “selamat (atas
kamu),” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang
dipanggang. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia
(Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat)
berkata, “jangan takut, sesungguhnya kami di utus kepada kaum Luth. “ Dan
istrinya berdiri lalu dia tersenyum.
Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan
setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub. Dia (istinya) berkata “sungguh ajaib”
mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah
sangat tua ? ini benar-benar suatu yang ajaib.” Mereka para malaikat berkata,
“mengapa engakau merasa heran tentang ketetapan allah? (itu adalah) rahmat dan
berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlul bait! Sesungguhnya Allah maha
terpuji lagi maha pengasih. “ maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan
kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya-jawab dengan (para
malaikat) kami tentang kaum Luth. Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan
suka kembali (kepada Allah). Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan ini),
sungguh, ketetapan tuhanmu telah datang, dan mereka akan ditimpa adzab yang
tidak dapat ditolak. Dan ketika para utusan kami (para malaikat) itu datang
pada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan-Nya).
Dia (Luth) berkata, “ ini hari yang sangat sulit.” Dan kaumnya segera datang
kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Luth
berkata, “ wahai kaumku! Inilah putrid-putri (negeri)ku mereka lebih suci
bagimu, maka bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap
tamuku ini. Tidak adakah diantaramu yang pandai? “ mereka menjawab, “
sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat)
terhadap putrid-putrimu; engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami
kehendaki.” Mereka (para malaikat) berkata, “wahai Luth! Sesungguhnya kami
adalah para utusan tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggumu pada akhir
malam dan jangan ada seorangpun diantara yang menoleh kebelakang. Kecuali
istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka.
Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada saat subuh. Bukankah subuh itu sudah
dekat ?” maka ketika keputusan kami datang. Kami menjungkirbalikkan negeri kaum
Luth, dan kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,
yang diberi tanda oleh tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang
zhalim.” (HUD: 69-83).
Mendengar berita tersebut, Nabi
Ibrahim pun terkejut dan khawatir akan keselamatan keponakan kesayangannya
tersebut. Beliau berkata kepada malaikat bahwa Luth berada di sana. Serta
beliau juga meminta para malaikat untuk menyelamatkan keponakannya itu.
Sementara itu para malaikat pun mengatakan bahwa Allah akan menyelamatkan Nabi
Luth beserta keluarga dan pengikutnya yang beriman kepada allah SWT dari adzab
yang akan menimpa kaum nya yang ingkar tersebut.
Tak lama kemudian para malaikat
tersebut melajutkan tugas mereka yang sebenarnya yaitu menuju pada kota yang
ditinggalkan oleh Nabi Luth yaitu kota Sadum. Mereka datang dalam bentuk para
pemuda yang sangat rupawan, sebagai ujian
dari allah SWT untuk kaum Nabi Luth dan sebagai bukti atas mereka nantinya.
Seketika para malaikat menuju ke kota tersebut para malaikat bertemu dengan
kedua anak Nabi Luth yaitu Raitsa dan Zaghrata. Malaikat bertanya dimana letak
dari rumah Nabi Luth. Dan para malaikat tersebut ditunjukkan oleh kedua anak Nabi
Luth dimana letak rumah mereka.
Kemudian para malaikat tersebut
menyamar sebagai musafir yang hendak menginap beberapa malam dirumahnya. Beliau
bingung hendak menerima tamu yang
berparas tampan nan rupawan, akan
mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tamu dari kaumnya yang tergila-gila
akan menyukai sesama jenisnya itu. Sedangkan jika hal yang demikian itu terjadi
ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya,
padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang
bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Kemudian Nabi Luth memutuskan
untuk tetap membawa para tamunya tersebut untuk datang kerumahnya. Nabi Luth
hanya pasrah kepada Allah SWT dan tak henti-hentinya berdoa agar tidak ada
kejadian buruk yang menimpa para tamunya tersebut. Beliau membawa para
tamu-tamunya itu dikala malam hari dan suasana kota sedang dalam keadaan sepi.
Nabi Luth pun berpesan kepada istri dan kedua anaknya untuk merahasiakan dan
menyembunyikan para tamu itu dari kaumnya yang keji.
Namun, kegilaan istrinya akan
harta membuat istri dari nabi luth tersebut membocorkan berita bahwa ada musafir
yang sangat tampan nan rupawan sedang bermalam dirumahnya. Ia sama sekali tidak
memegang janji yang Nabi Luth sampaikan padanya, ia mengingkari suaminya
tersebut hanya karena harta. Sifatnya yang tidak sama sekali menghargai
perkataan nabi sunggu membuat nabi luth kecewa padanya.
Tak lama kemudian orang-orang
pun berdatangan menuju kekediaman Nabi Luth. Mereka meneriaki kesana kemari
layaknya binatang yang kelaparan. Akan tetapi
Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka
kembali ke rumah masing-masing dan jangan menggunggu tamunya yang sudah datang
dari jauh-jauh ke kota sedum dan yang
sepatutnya dihormati dan dimuliakan. Lalu mereka diberi nasihat agar
meninggalkan perbuatan dan kebiasaan mereka yang keji itu. Perbuatan mereka
yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kodrat alam di mana Allah SWT telah
menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga
kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai mahluk yang termulia di atas
bumi. Tapi malah mereka menyalah gunakan kodrat tersebut.
Namun, seruan dan
nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan dan dipedulikan, mereka bahkan
mendesak akan mendobrak pintu rumahnya dengan paksa dan menggunakan kekerasan
jika pintu tidak di buka. Merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan
orang-orang tersebut, yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan. Nabi Luth
pun pasrah kan keselamatnan tamunya. Beliau juga sudah berusaha dan telah
menasehati mereka untuk kembali pada istri-istri mereka agar tidak menodai para
tamunya, sebegitunya Nabi Luth menghormati tamu-tamunya itu, bukannya mau
menerima nasehat yang dikatakan oleh Nabi Luth, mereka malah memaksa untuk mendapatkan
para tamunya, namun apa daya, beliau sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat
apa untuk menghadapi kaumnya yang keras kepala itu. Mendengar keluh-resah Nabi
Luth, lantas para malaikat itu
memberitahu hal yang sebenarnya kepadanya, bahwasannya mereka adalah
malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT dan menyamar sebagai manusia untuk
menurunkan adzab dan siksa atas rakyatnya karena segala kemungkaran dan
kemaksiat yang keji dan kotor yang dilakukan oleh kaumnya tersebut.
Mendengarnya Nabi Luth merasa
sangat bersyukur bahwa doa yang selama ini ia panjatkan telah didengar oleh
Allah SWT. Lalu para Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu
rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang-orang yang
hauskan akan kemaksiatan itu. Akan tetapi
malangnya apabila pintu dibuka dan kaum keji itu memijakkan kaki mereka
untuk masuk kedalam, maka yang akan terjadi adalah gelaplah pandangan mereka
dan tidak dapat melihat sesuatu pun. Para Malaikat-malaikat akan membutakan
mata mereka. Lalu, apabila mereka mengusap-usap dan menggosok-gosok mata
mereka, baru mereka akan menyadari bahwa mata mereka telah dibutakan.
Sementara itu para penyerbu yang
berada diluar rumah Nabi Luth, satu persatu menembus masuk kedalam rumah nabi
luht, mereka seketika dalam keadaan kacau balau dan berbentur antara satu
dengan lainnya, berteriak-teriak, serta bertanya-tanya gerangan apa yang
menjadikan mereka buta secara mendadak. Para malaikat pun berseru kepada Nabi Luth agar segera
meninggalkan perkampungan itu bersama keluarganya, karena telah tiba masanya
bagi kaum nabi luth menerima azab Allah yang begitu perih akan ditimpakan pada
mereka. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan
ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang. Atau melihat
kota sedum itu hanyut dalam kehancuran. Dan apabila salah satu dari mereka
menoleh kebelakang maka ia menyimpan rasa kasihan akan kota sedum yang keji
itu.
Nabi
Luth pun segera keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya
terdiri dari isterinya dan dua puterinya yaitu Raitsa dan Zaghrata. Mereka berjalan dengan sangat cepat menuju
keluar kota, dan sedikitpun tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan
apa yang telah disampaikan oleh para malaikat-malaikat tersebut. Akan tetapi
isteri dari nabi luth tersebut yang sudah menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi
Luth dan menjadi salah satu dari bagian kaumnya tersebut tidak sampai hati
meninggalkan kaumnya. Ia sudah terlalu cinta akan harta yang ia tinggalkan
dikota tersebut. Dibenaknya hanya tersimpan harta yang melimpah dikota
tersebut.
[5]Allah menjelaskan kondisi kota Luth
sebagi berikut : “Lalu kami keluarkan
orang-orang yang beriman yang berada dan negeri kaum Luth itu. Dan kami tidak
mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri. Dan
kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada
siksa yang pedih.” (QS.
Adz-Dzariyat: 35-37)
Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth
berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah nabi luth dan yang lainnya serta
tidak henti-hentinya menoleh ke belakang. Karena ia terlalu penasaran dan ingin mengetahui apa yang akan terjadi dan
menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat
yang telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua
puterinya melewati batas kota Sodom, seketika
itu tubuh istri nabi luth pun berubah menjadi batu dan ikut terbawa oleh
angin kencang yang melanda.
kemudian sewaktu fajar menyingsing,
bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom, Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan
hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan
dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya layaknya sampah berterbangan. Bertebaran mayat-mayat
dimana-mana yang dilaknat oleh Allah SWT di kota Sodom, dan hancurlah kota
tersebut yang berada di dalam kedaan hina.
Allah
juga berfirman pada surat Al-Qamar, “kaum
Luth pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya kami kirimkan kepada
mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga
Luth. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari
kami. Demikianlah kami member balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan
sungguh dia (Luth) telah memperingatkan mereka dengan hukuman kami, tetapi
mereka mendustakan peringatan-Ku. Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar
menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu kami butakan mata mereka, maka
rasakanlah adzab-Kudan peringatan-Ku! Dan sungguh, pada esok harinya mereka
benar-benar ditimpa adzab yang tetap. Maka mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan,
maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Al-Qamar : 33-40)
NEGERI LUTH DIJADIKAN DANAU YANG TIDAK BERMANFAAT
Sebagai
pelajaran bagi umat manusia zaman
sekarang, serta sebagai pembuktiaan atas keagungan Allah SWT, maka negeri yang
dahulu ditinggal oleh kaum Nabi Luth dijadikan sebuah danau yang tidak sedap
aromanya dan juga air yang mengalir didanau tersebut tidak dapat dijadikan manfaat
sama sekali. Bahkan, tanah-tanah dan sekitarnya pun tidak ada satupun yang
dapat ditumbuhi batang pepohonan. Semuanya tampak kering, dan terlihat seperti
mati akan keindahan.
Allah
berfirman, “ sungguh, pada yang demikian
itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Dan sungguh tuhanmu, dialah yang maha perkasa lagi penyayang.” (Asy-Syu’araa’ : 8-9)
Hal
ini menunjukkan bahwa kebesaran Allah SWT atas apa yang dilimpahkan pada
orang-orang yang mengingkari-Nya serta melanggar aturan-Nya dan mendustakan
Rasul-Nya demi hanya mengikuti hawa nafsu semata, adalah benar adanya. Namun, peristiwa tersebut menujukkan bahwa
Allah SWT sangat menyayangi seluruh hamba-hamba-Nya.
[6]Peristiwa itu juga sebagai bukti
kasih sayang Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman, karena mereka tidak
kuikutsertakan dalam adzab tersebut, dan diselamatkan dari kebinasaan. Allah
SWT berfirman, “ sungguh, pada yang
demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak
beriman. Dan sungguh tuhanmu, dialah yang maha penguasa lagi maha penyayang.
(Asy-Syu’araa’ : 8-9)
kemudian
mengenai adzab yang dijatuhkan kepada kaum Luth Allah berfirman, “ maka mereka dibinasakan oleh suara keras
yang menggelegar, ketika matahari akan terbit. Maka kami jungkir balikkan
(negeri itu) dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah keras. Sungguh pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda, dan sungguh, (negeri itu)
benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang
beriman.” (Al-Hijr : 73-77)
maksudnya
adalah, negeri tersebut dijadikan sebagai pelajaran dan sebagai contoh bagi
semua orang, agar takut akan adzab yang akan dijanjikan oleh Allah SWT di
akhirat nanti. Agar semua orang akan takut untuk melanggar aturan yang dilarang
oleh Allah SWT dan juga agar dapat menahan dirinya untuk mengikuti hawa
nafsunya. Sehingga dapat terhindar dari adzab yang diberikan oleh Allah SWT
seperti yang dilakukan kepada kaum nabi luth dan juga agar semua orang dapat
mengambil hikmahnya.
[7]Seperti yang dikatakan oleh sebuah
syair. “walaupun kalian tidak termasuk
dalam kaum nabi luth yang dibinasakan Allah ketika itu. Namun sifat kalian
tidak jauh berbeda dengan mereka.”
Maka,
orang yang cerdas, pandai, berakal dan takut terhadap tuhannya pastilah akan
selalu menjalankan apa yang diperintahakan tuhan kepadanya. Serta mau menuruti
segala petunjuk yang telah Allah SWT tentukan dan diperintahkan kepada
Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada seluruh umat-Nya.
Lembaran
hidup kaum Luth sudah berlalu. Kota berikut penghuninya telah lenyap ditelan
bumi. Ia hilang dari ingatan hidup dan kehidupan. Ia terlipat dalam
lembaran-lembaran yang telah rusak. Pertama kali Luth A.s menuju ke tempat
Ibrahim A.s Beliau berkunjung ke pada Ibrahim A.s dan menceritakan apa yang
telah menimpa kumnya. Beliau tercengang karena Ibrahim A.s telah menegetahui
terlebih dahulu. Kemudian Luth A.s meneruskan dakwahnya kepada Allah,
sebagaimana yang dilakukan oleh Ibrahim A.s mereka berdua menyebarkan islam
dimuka bumi.
[1] Buku kisah para nabi karya
Imam Ibnu Katsir, halaman (319)
[2] Nama nabi luth disebutkan
dalam al-qur’an sebanyak 27 kali, yaitu pada surat Al-An’am:86, surat
Al-A’raf:80, surat Hud:70,74,77,82,89, surat Al-Hijr:57,58, surat
Al-Anbiyaa’:71,74, surat Al-Hajj:43, surat Asy-Syu’araa’:160,161,167,surat
An-Naml:54,56, surat Al-Ankabut:26,28,32,33, surat Ash-Shaffat:133, Surat
Shaad:13, surat Qaaf:12, Surat Al-Qamar:32,34, dan surat At-Tahrim:10.
[3] Buku Nabi-Nabi Allah,
Karya Ahmad Bahjad, halaman 131
[4] Buku kisah para nabi karya
Imam Ibnu Katsir, halaman (316) s/d
(317)
[5] Buku Nabi-Nabi Allah,
Karya Ahmad Bahjat, Halaman (138)
[6] Buku kisah para nabi karya
Imam Ibnu Katsir, halaman (334) s/d
(335)
[7] Buku kisah para nabi karya
Imam Ibnu Katsir, halaman (336)

