Minggu, 29 Mei 2016

KISAH NABI LUTH A.S



EGAAMALIA.blogspot.com- Nabi  Luth a.s adalah putra Harun bin Thari. Beliau adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s dan Ibrahim a.s adalah paman Nabi Luth a.s. Ayahnya bernama Haran bin Tareh, yaitu saudara kandung Ibrahim dan saudara kembar dari  Nahor. Perkiraan masa hidup nabi luth yaitu sejak 1870 SM – 1950 SM. Kemudian tahun ia di angkat menjadi seorang nabi yaitu pada 1900 SM. Obyek dan Wilayah Dakwah nabi Luth yaitu dinegeri Sodom (Sadum) dan ‘Amorah (Gomora) di Syam Palestina. Ia menikah dengan seorang gadis yang bernama Walihah. Luth memiliki dua anak perempuan Raitsa dan Zaghrata. Serta Nabi luth wafat di Bani Na’im.

 KISAH NABI LUTH A.S
Nabi Luth beriman kepada pamannya yaitu Nabi Ibrahim, Nabi luth senantiasa selalu mendampingi Nabi Ibrahim a.s dalam semua perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil. Kemudian nabi Ibrahim membagi harta mereka menjadi dua bagian yang masing-masing dari harta tersebut menjadi milik Nabi Ibrahin a.s dan juga milik Nabi Luth. Nabi Luth meninggalkan kota kediaman pamannya   yaitu Nabi Ibrahim setelah mendapatkan perintah dan restu dari pamannya tersebut. Ia lantas pergi menuju kesebuah daerah yang dikenal dengan nama kota sadum dimana kota tersebut terdapat banyak  penduduknya yang sangat buruk perilakunya lagi kafir pikirannya. Mereka senang merampok para musafir yang melewati kota tersebut, berkumpul disuatu tempat untuk berbuat kemungkaran, dan juga mereka senang menyukai sesama jenis seperti laki-laki menyukai laki-laki (Homoseksual) dan perempuan menyukai sesama perempuan (Lesbian). Sungguh mereka merupakan orang-orang yang kelam dan sangat menyalahi fitrah manusiawi. 

[1]Allah juga berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “ kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji. (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan ditempat-tempat pertemuanmu? “ maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “datanglah kepada kami adzab allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.” Dia (Luth) berdoa, “ya tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpa adzab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.” Dan ketika utusan kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim  dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “ sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota sadom ini karena penduduk sungguh orang-orang zhalim. “Ibrahim berkata, “ sesungguhnya kota ada Luth. “mereka (para malaikat) berkata, “ kami lebih mengetahui siapa yang ada dikota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). “ dan ketika para utusan kami (para malaikat) datang kepada Luth, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan merasa mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka , dan mereka (para utusan) berkata, “janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikut, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang dibinasakn. “ sesungguhnya kami akan menurunkan adzab dari langit kepada penduduk kota ini Karena mereka berbuat fisik. Dan sungguh, tentang itu telah kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti.” (Al-Ankabut : 28-35)

Mereka melakukan kemungkaran dalam bentuk yang sangat tidak bisa ditoleransi lagi. Apa yang mereka lalukan belum pernah dilakukan oleh manusia manapun pada zaman terdahulu. Lebih dari itu mereka meninggalkan kaum wanita. Merasa tidak dihargai lagi, kaum wanita pun mulai mengikuti jejak kaum laki-laki dengan cara menyukai sesama jenis pula. Sama seperti laki-laki  yang menyukai kaum laki-laki atau disebut dengan (homoseksual). Melihat kejadian tersebut nabi luth menyeru kepada mereka untuk meninggalkan perbuatan keji mereka serta menyembah Allah SWT tuhan mesesta alam. Tidak mempersekutukan-Nya serta melarang mereka melakukan perbuatan nista,keji,dan mungkar yang diharamkan oleh Allah SWT.

[2]Allah SWT menyebutkan kisah kaum nabi luth pada sejumlahnya surat dalam Al-qur;an, diantaranya Allah berfirman, “ Dan (kami juga telah mengutus) luth, ketika dia berkata kepada kaumnya,” mengapa kamu melalukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. “ dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata “ usir lah mereka (luth dan pengikutnya) dari negerimu ini mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci”. Kemudian kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. Dan kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang  berbuat dosa itu.” (AL-A’RAF : 80-84).
 
Namun, kaum Nabi Luth tidak ada yang mau mendengar apa yang disampaikan. Bahkan    satu orang pun tidak ada yang mau mendengarkan. Mereka tidak peduli, mereka tetap tidak mau meninggalkan kebiasaan jelek mereka yang keji itu. Mereka juga tidak takut akan hukuman yang diancam  apabila mereka masih dalam kesesatan dan kemungkaran yang mereka lakukan. Bukan hanya itu saja, mereka juga berniat untuk mengusir rasul yang diutus kepada mereka dari kota yang mereka tinggali. Nasehat apapun yang diberikan oleh nabi luth kepada mereka tidak ada yang mereka dengarkan dan tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka.
Mereka tahu bahwa Nabi Luth merupakan orang yang suci, namun kesucian Nabi Luth dianggap sebagai aib oleh mereka, sampai-sampai mereka berniat untuk mengusir nabi luth dari kota tersebut. Penyebabnya tidak lain karena mereka begitu ingkar dan sama sekali tidak menerima kebenaran dan ajakan nabi luth untuk hanya beriman kepada Allah SWT, mematuhi perintahnya dan meninggalkan semua larangan allah SWT. 

Bukan hanya kaum Nabi Luth yang tidak menerima ajakan Nabi Luth, bahkan istri dari nabi luth sendiri juga tidak mau menerima ajakan dari Nabi Luth. Ia mulai terpengaruh oleh kesesatan kaum Nabi Luth, ia buta akan harta. Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau perorangan mengajak agar mereka beriman dan percaya kepada Allah SWT dan menyembah-Nya. Tanpa rasa lelah ia kembali mengajak kaumnya untuk melakukan amal saleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan lagi mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak merka itu telah mendarah daging di dalam diri  mereka dan pengaruh hawa nafsu serta bujukan setan sudah begitu kuat dan menguasai hati dan pikiran mereka, maka dakwah dan ajakan Nabi Luth yang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan pun tidak mendapat tempat di dalam hati dan pikiran mereka dan berlalu begitu saja,layaknya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Telinga-telinga mereka sudah menjadi tuli terhadap ajaran-ajaran Nabi Luth sedangkan hati dan pikiran mereka sudah tersumbat dan sudah dibutakan dengan ajaran-ajaran setan dan iblis. Termasuk istri Nabi Luth sendiri. 

[3]Istri Luth adalah perempuan kafir sama seperti istri Nuh sebagaimana penjelasan Allah dalam kitab sucinya “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang kafir. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh diantara hamba-hamba kami; lalau kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat  membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah SWT; dan dikatakan (kepada keduanya); “ masukalh kedlam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).”        (Q.S At-Tharim: 10)

Setelah sekian lama Nabi Luth berdakwah, dan tidak mendapatkan respon sama sekali dari kaumnya, dengan rasa sedih dan kekecewaan yang mendalam Nabi Luth pun memanjatkan doa kepada allah SWT untuk menolongnya dari kaumnya yang rusak itu. Mendengar keluhan dari Nabi Luth yang diutus oleh-Nya, maka Allah SWT pun mengutus malaikat-Nya yang suci, para malaikat yang perkasa, untuk menemui Nabi Luth. 

Namun, sebelum mereka menemui Nabi Luth, mereka terlebih dahulu diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengunjungi Nabi Ibrahim yang merupakan paman dari Nabi Luth tersebut untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya tentang kedatangan seorang anak yang pandai yaitu Ishaq, dan dari Ishaq akan lahir putranya yang bernama Ya’qub. Setelah mengetahui siapa tamu yang sebenarnya datang kerumahnya.  Dan istrinya yang berdiri (dibalik tirai) lalu ia tersenyum setelah mendengar pembicaraan Nabi Ibrahim dengan malaikat tersebut. Seketika itu rasa takut Nabi Ibrahim hilang dan berita gembira telah datang padanya.  Tak hanya itu para malaikat juga memberitahukan kepada Nabi Ibrahim bahwasannya mereka akan menuju kenegeri Sadum tempat Nabi Luth ditugasakan untuk berdakwah. Allah SWT memerintahkan mereka untuk menghancurkan tempat tersebut beserta dengan seluruh penduduknya yang berbuat hina dan nista tersebut.

[4]Allah juga berfirman pada surat Hud, “ dan para utusan kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “selamat”. Dia (Ibrahim) menjawab “selamat (atas kamu),” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “jangan takut, sesungguhnya kami di utus kepada kaum Luth. “ Dan istrinya berdiri lalu dia  tersenyum. Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub. Dia (istinya) berkata “sungguh ajaib” mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah sangat tua ? ini benar-benar suatu yang ajaib.” Mereka para malaikat berkata, “mengapa engakau merasa heran tentang ketetapan allah? (itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlul bait! Sesungguhnya Allah maha terpuji lagi maha pengasih. “ maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya-jawab dengan (para malaikat) kami tentang kaum Luth. Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah). Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan ini), sungguh, ketetapan tuhanmu telah datang, dan mereka akan ditimpa adzab yang tidak dapat ditolak. Dan ketika para utusan kami (para malaikat) itu datang pada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan-Nya). Dia (Luth) berkata, “ ini hari yang sangat sulit.” Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Luth berkata, “ wahai kaumku! Inilah putrid-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantaramu yang pandai? “ mereka menjawab, “ sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putrid-putrimu; engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki.” Mereka (para malaikat) berkata, “wahai Luth! Sesungguhnya kami adalah para utusan tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggumu pada akhir malam dan jangan ada seorangpun diantara yang menoleh kebelakang. Kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka  itu pada saat subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat ?” maka ketika keputusan kami datang. Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Luth, dan kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zhalim.” (HUD: 69-83).

Mendengar berita tersebut, Nabi Ibrahim pun terkejut dan khawatir akan keselamatan keponakan kesayangannya tersebut. Beliau berkata kepada malaikat bahwa Luth berada di sana. Serta beliau juga meminta para malaikat untuk menyelamatkan keponakannya itu. Sementara itu para malaikat pun mengatakan bahwa Allah akan menyelamatkan Nabi Luth beserta keluarga dan pengikutnya yang beriman kepada allah SWT dari adzab yang akan menimpa kaum nya yang ingkar tersebut. 

Tak lama kemudian para malaikat tersebut melajutkan tugas mereka yang sebenarnya yaitu menuju pada kota yang ditinggalkan oleh Nabi Luth yaitu kota Sadum. Mereka datang dalam bentuk para pemuda  yang sangat rupawan, sebagai ujian dari allah SWT untuk kaum Nabi Luth dan sebagai bukti atas mereka nantinya. Seketika para malaikat menuju ke kota tersebut para malaikat bertemu dengan kedua anak Nabi Luth yaitu Raitsa dan Zaghrata. Malaikat bertanya dimana letak dari rumah Nabi Luth. Dan para malaikat tersebut ditunjukkan oleh kedua anak Nabi Luth dimana letak rumah mereka. 

Kemudian para malaikat tersebut menyamar sebagai musafir yang hendak menginap beberapa malam dirumahnya. Beliau bingung hendak  menerima tamu yang berparas tampan nan rupawan,  akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tamu dari kaumnya yang tergila-gila akan menyukai sesama jenisnya itu. Sedangkan jika hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu. 

Kemudian Nabi Luth memutuskan untuk tetap membawa para tamunya tersebut untuk datang kerumahnya. Nabi Luth hanya pasrah kepada Allah SWT dan tak henti-hentinya berdoa agar tidak ada kejadian buruk yang menimpa para tamunya tersebut. Beliau membawa para tamu-tamunya itu dikala malam hari dan suasana kota sedang dalam keadaan sepi. Nabi Luth pun berpesan kepada istri dan kedua anaknya untuk merahasiakan dan menyembunyikan para tamu itu dari kaumnya yang keji. 

Namun, kegilaan istrinya akan harta membuat istri dari nabi luth tersebut membocorkan berita bahwa ada musafir yang sangat tampan nan rupawan sedang bermalam dirumahnya. Ia sama sekali tidak memegang janji yang Nabi Luth sampaikan padanya, ia mengingkari suaminya tersebut hanya karena harta. Sifatnya yang tidak sama sekali menghargai perkataan nabi sunggu membuat nabi luth kecewa padanya. 

Tak lama kemudian orang-orang pun berdatangan menuju kekediaman Nabi Luth. Mereka meneriaki kesana kemari layaknya binatang yang kelaparan. Akan tetapi  Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan menggunggu tamunya yang sudah datang dari jauh-jauh ke kota sedum dan  yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan. Lalu mereka diberi nasihat agar meninggalkan perbuatan dan kebiasaan mereka yang keji itu. Perbuatan mereka yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kodrat alam di mana Allah SWT telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai mahluk yang termulia di atas bumi. Tapi malah mereka menyalah gunakan kodrat tersebut. 

Namun, seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan dan dipedulikan, mereka bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumahnya dengan paksa dan menggunakan kekerasan jika pintu tidak di buka. Merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan orang-orang tersebut, yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan. Nabi Luth pun pasrah kan keselamatnan tamunya. Beliau juga sudah berusaha dan telah menasehati mereka untuk kembali pada istri-istri mereka agar tidak menodai para tamunya, sebegitunya Nabi Luth menghormati tamu-tamunya itu, bukannya mau menerima nasehat yang dikatakan oleh Nabi Luth, mereka malah memaksa untuk mendapatkan para tamunya, namun apa daya, beliau sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi kaumnya yang keras kepala itu. Mendengar keluh-resah Nabi Luth, lantas para malaikat  itu memberitahu hal yang sebenarnya kepadanya, bahwasannya mereka adalah malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT dan menyamar sebagai manusia untuk menurunkan adzab dan siksa atas rakyatnya karena segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor yang dilakukan oleh kaumnya tersebut.

Mendengarnya Nabi Luth merasa sangat bersyukur bahwa doa yang selama ini ia panjatkan telah didengar oleh Allah SWT. Lalu para Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang-orang yang hauskan akan kemaksiatan itu. Akan tetapi  malangnya apabila pintu dibuka dan kaum keji itu memijakkan kaki mereka untuk masuk kedalam, maka yang akan terjadi adalah gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu pun. Para Malaikat-malaikat akan membutakan mata mereka. Lalu, apabila mereka mengusap-usap dan menggosok-gosok mata mereka, baru mereka akan menyadari bahwa mata mereka telah dibutakan. 

Sementara itu para penyerbu yang berada diluar rumah Nabi Luth, satu persatu menembus masuk kedalam rumah nabi luht, mereka seketika dalam keadaan kacau balau dan berbentur antara satu dengan lainnya, berteriak-teriak, serta bertanya-tanya gerangan apa yang menjadikan mereka buta secara mendadak. Para malaikat pun  berseru kepada Nabi Luth agar segera meninggalkan perkampungan itu bersama keluarganya, karena telah tiba masanya bagi kaum nabi luth menerima azab Allah yang begitu perih akan ditimpakan pada mereka. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang. Atau melihat kota sedum itu hanyut dalam kehancuran. Dan apabila salah satu dari mereka menoleh kebelakang maka ia menyimpan rasa kasihan akan kota sedum yang keji itu. 

Nabi Luth pun segera keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari isterinya dan dua puterinya yaitu Raitsa dan Zaghrata. Mereka berjalan dengan sangat cepat menuju keluar kota, dan sedikitpun tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh para malaikat-malaikat tersebut. Akan tetapi isteri dari nabi luth tersebut yang sudah menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth dan menjadi salah satu dari bagian kaumnya tersebut tidak sampai hati meninggalkan kaumnya. Ia sudah terlalu cinta akan harta yang ia tinggalkan dikota tersebut. Dibenaknya hanya tersimpan harta yang melimpah dikota tersebut.

[5]Allah menjelaskan kondisi kota Luth sebagi berikut : “Lalu kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada dan negeri kaum Luth itu. Dan kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri. Dan kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.” (QS. Adz-Dzariyat: 35-37)

 Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah nabi luth dan yang lainnya serta tidak henti-hentinya menoleh ke belakang. Karena ia terlalu penasaran dan  ingin mengetahui apa yang akan terjadi dan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sodom, seketika  itu tubuh istri nabi luth pun berubah menjadi batu dan ikut terbawa oleh angin kencang yang melanda.

 kemudian sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom,  Getaran  itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya layaknya  sampah berterbangan. Bertebaran mayat-mayat dimana-mana yang dilaknat oleh Allah SWT di kota Sodom, dan hancurlah kota tersebut yang berada di dalam kedaan hina.

Allah juga berfirman pada surat Al-Qamar, “kaum Luth pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Luth. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari kami. Demikianlah kami member balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sungguh dia (Luth) telah memperingatkan mereka dengan hukuman kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku. Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu kami butakan mata mereka, maka rasakanlah adzab-Kudan peringatan-Ku! Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa adzab yang tetap. Maka mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Al-Qamar : 33-40)  


NEGERI LUTH DIJADIKAN DANAU YANG TIDAK BERMANFAAT

Sebagai pelajaran  bagi umat manusia zaman sekarang, serta sebagai pembuktiaan atas keagungan Allah SWT, maka negeri yang dahulu ditinggal oleh kaum Nabi Luth dijadikan sebuah danau yang tidak sedap aromanya dan juga air yang mengalir didanau tersebut tidak dapat dijadikan manfaat sama sekali. Bahkan, tanah-tanah dan sekitarnya pun tidak ada satupun yang dapat ditumbuhi batang pepohonan. Semuanya tampak kering, dan terlihat seperti mati akan keindahan.

Allah berfirman, “ sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh tuhanmu, dialah yang maha perkasa lagi penyayang.” (Asy-Syu’araa’ : 8-9)

Hal ini menunjukkan bahwa kebesaran Allah SWT atas apa yang dilimpahkan pada orang-orang yang mengingkari-Nya serta melanggar aturan-Nya dan mendustakan Rasul-Nya demi hanya mengikuti hawa nafsu semata, adalah benar adanya.  Namun, peristiwa tersebut menujukkan bahwa Allah SWT sangat menyayangi seluruh hamba-hamba-Nya.

[6]Peristiwa itu juga sebagai bukti kasih sayang Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman, karena mereka tidak kuikutsertakan dalam adzab tersebut, dan diselamatkan dari kebinasaan. Allah SWT berfirman, “ sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh tuhanmu, dialah yang maha penguasa lagi maha penyayang. (Asy-Syu’araa’ : 8-9)

kemudian mengenai adzab yang dijatuhkan kepada kaum Luth Allah berfirman, “ maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang menggelegar, ketika matahari akan terbit. Maka kami jungkir balikkan (negeri itu) dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah keras. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda, dan sungguh, (negeri itu) benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.” (Al-Hijr : 73-77) 

maksudnya adalah, negeri tersebut dijadikan sebagai pelajaran dan sebagai contoh bagi semua orang, agar takut akan adzab yang akan dijanjikan oleh Allah SWT di akhirat nanti. Agar semua orang akan takut untuk melanggar aturan yang dilarang oleh Allah SWT dan juga agar dapat menahan dirinya untuk mengikuti hawa nafsunya. Sehingga dapat terhindar dari adzab yang diberikan oleh Allah SWT seperti yang dilakukan kepada kaum nabi luth dan juga agar semua orang dapat mengambil hikmahnya.

[7]Seperti yang dikatakan oleh sebuah syair. “walaupun kalian tidak termasuk dalam kaum nabi luth yang dibinasakan Allah ketika itu. Namun sifat kalian tidak jauh berbeda dengan mereka.”
 
Maka, orang yang cerdas, pandai, berakal dan takut terhadap tuhannya pastilah akan selalu menjalankan apa yang diperintahakan tuhan kepadanya. Serta mau menuruti segala petunjuk yang telah Allah SWT tentukan dan diperintahkan kepada Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada seluruh umat-Nya. 

Lembaran hidup kaum Luth sudah berlalu. Kota berikut penghuninya telah lenyap ditelan bumi. Ia hilang dari ingatan hidup dan kehidupan. Ia terlipat dalam lembaran-lembaran yang telah rusak. Pertama kali Luth A.s menuju ke tempat Ibrahim A.s Beliau berkunjung ke pada Ibrahim A.s dan menceritakan apa yang telah menimpa kumnya. Beliau tercengang karena Ibrahim A.s telah menegetahui terlebih dahulu. Kemudian Luth A.s meneruskan dakwahnya kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh Ibrahim A.s mereka berdua menyebarkan islam dimuka bumi.


[1] Buku kisah para nabi karya Imam Ibnu Katsir, halaman (319)
[2] Nama nabi luth disebutkan dalam al-qur’an sebanyak 27 kali, yaitu pada surat Al-An’am:86, surat Al-A’raf:80, surat Hud:70,74,77,82,89, surat Al-Hijr:57,58, surat Al-Anbiyaa’:71,74, surat Al-Hajj:43, surat Asy-Syu’araa’:160,161,167,surat An-Naml:54,56, surat Al-Ankabut:26,28,32,33, surat Ash-Shaffat:133, Surat Shaad:13, surat Qaaf:12, Surat Al-Qamar:32,34, dan surat At-Tahrim:10.
[3] Buku Nabi-Nabi Allah, Karya Ahmad Bahjad, halaman 131
[4] Buku kisah para nabi karya Imam Ibnu Katsir, halaman (316) s/d (317)
[5] Buku Nabi-Nabi Allah, Karya Ahmad Bahjat, Halaman (138)
[6] Buku kisah para nabi karya Imam Ibnu Katsir, halaman (334) s/d (335)
[7] Buku kisah para nabi karya Imam Ibnu Katsir, halaman (336)

Sabtu, 28 Mei 2016

MEGAHNYA MASJID TAK SEMEGAH JAMAAHNYA


EGAAMALIA.blogspot.com-Aceh seuramoe meukah, kata ini sungguh tidak asing bagi telinga masyarakat. Namun sungguh menyedihkan tanah air yang kokoh akan adat istiadat dan junjungan keagamaan ini telah sampai pada titik kepunahan akhlak dan norma akan Agama. Apalah arti Islam dimata masyarakat Aceh. Sungguh disayangkan, masyarakat Aceh yang sejak lahir dan turun-temurun sudah menganut agama Islam, begitu larut akan dunia sehingga lupa pada sang maha kuasa. Cinta akan tuhan yang telah menciptakan jiwa dan raga tidak lah begitu besar. Hal ini dapat kita lihat dari fenomena kehidupan masyarakat Aceh pada saat ini.


Hidup adalah suatu anugrah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Tanpa kita sadari, Allah SWT yang tidak pernah lupa pada hambanya selalu senantiasa memberikan rahmat dalam setiap hembusan nafas hamba yang ia cintai. Sungguh Allah SWT tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Apabila Allah SWT menghendaki kehidupan seseorang akan berhenti saat ini juga, Kun fayakun. Apapun bisa terjadi. Namun manusia hanya bisa meremehkan saja, mereka berfikir bertaubat hanya pada saat ajal akan menjemput. Pernyataan itu sungguh mengiris hati  bagi yang mendengarnya.

Megahnya masjid tidak seimbang dengan jamaahnya.

Apa gunanya masjid yang begitu banyak dan terdapat dimana-mana, tapi hanya dibiarkan, layaknya lukisan lama yang indah namun diletakkan didinding hanya untuk kita lihat saja. sungguh mengharukan, pada hakikatnya masjid yang merupakan rumah Allah SWT tersebut dibiarkan kosong dengan penghuni yang hanya itu-itu saja, seperti imam mesjid dan orang-orang tua lanjut usia yang sudah terbukakan pintu hatinya. Bahkan masjid hanya dijadikan sebagai tempat para pelancong yang hendak beristirahat.

Masjid Raya Baiturrahman, lihatlah mesjid itu sekarang. Masjid yang amat sangat dibanggakan oleh rakyat Aceh itu sekarang sangat menakjubkan,  masjid ini siap menampung ribuan masyarakat. Seperti dalam targetnya masjid ini dibuat layaknya masjid Nabawi yang ada di Madinah Arab Saudi.

Mari kita lihat sekarang dan beberapa tahun kedepan, apakah masjid yang sudah dibangun nan megah itu akan selalu terpenuhi oleh orang-orang mukmin yang menunaikan shalat? Sayangnya masjid untuk saat ini hanya terpenuhi pada saat lebaran saja. Bahkan disaat bulan ramadhan pun kejadian yang tak asing lagi kita temui adalah semakin hari semakin berkurangnya jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid.

Sederhana, manusia diberi kehidupan dan sebagai imbalannya manusia juga di beri tugas yang tak lain yaitu menjalankan segala yang perintahkan oleh Allah SWT serta mematuhi segala larangannya. Hidup hanya sekali, tak bisa kita pungkiri namun itu kenyataannya.

Tua muda sama saja, shalat sudah tak ada guna, dibenaknya hanya terfikirkan keindahan dunia semata, adzan yang berkumandang dibiarkan begitu saja. tanpa memperdulikannya. mereka yang sibuk dengan kegiatannya didunia sungguh dalam keadaan rugi.

Mereka Mencintai Agama Islam

Bila kita lihat lebih dalam, banyak  Negara yang mayoritasnya beragama Kristen bahkan Yahudi sudah mulai mencintai agama Islam. Dan beralih keyakinan menjadi Muslim. Dibeberapa Negara besar didunia saat ini contohnya Jerman, agama islam sudah menjadi agama terbesar kedua yang diakui keberadaannya.

Mereka mencintai agama islam, kita yang sudah lebih dulu menganut agama islam bahkan sejak lahir pun tidak mau mencintai agama kita sendiri. tidakkah kita merasa malu ? sadarkah kita bahwa agama islam akan hilang dari bumi aceh ini ?

Berbekal pengetahuan tentang perbandingan agama, orang-orang barat yang mencari tahu tentang islam, mulai merasa ragu dengan agama sebelumnya. karena melihat ada banyak keraguan dalam agama mereka sendiri (yahudi atau kristen). Bahkan yang sebelumnya tidak beragama pun (atheis), merasa tertarik untuk mengetahui tentang islam.

Ajaran islam secara kajian ilmiah, merupakan ajaran yang paling jelas dan terperinci, pasalnya orang barat sangat kritis dan tidak mau menerima mentah-mentah apa yang mereka dengar atau baca. Mereka akan benar-benar menggali dan mencari tahu secara ilmiyah. Dan terbukti isi kandungan Al-qur’an tak dapat dibantah oleh ilmu pengetahuan tercanggih sekalipun.

Orang mualaf yang tadinya ‘buta’ tentang Islam merasa menyesal dan sangat menyayangkan citra Islam yang begitu buruk di media-media Barat. Sehingga, ketika cahaya Islam mereka dapatkan, mereka sangat ingin mengajak orang lain untuk ikut menyebarkan agama yang sangat indah ini. Islam telah dirasakan sebagai agama yang paling menjunjung tinggi kedamaian. Bukan seperti yang dicitrakan selama ini. Islam adalah teroris. Itu salah besar!

Di jerman, rumah-rumah ibadah untuk umat muslim semakin diperbanyak. Dan gereja-gereja banyak yang tutup. Bahkan ada gereja yang diubah menjadi masjid atau islamic center. Jual-beli rumah ibadah ini bukan karena faktor ekonomi. Melainkan karena jama’ah gereja semakin banyak yang meninggalkan gereja.

Kebebasan beragama, membuat orang Barat merasa mudah berganti agama. Apabila ragu dengan keyakinannya maka mereka bebas memiki agama mana yang dirasa cocok bagi mereka. Tak heran jika para orang tua tidak menghalang-halangi bahkan mendukung anak-anak mereka menjadi Muslim selama itu adalah demi kebebasan beragama dan independen. Demikian fenomena di barat yang sangat paradoks dengan fenomena di Aceh.

Jangan salahkan bangsa Barat apabila kebangkitan Islam mendatang malah akan dipimpin oleh mereka. Dan kita sebagai orang yang pernah bersusah payah membangun Islam malah menjadi penonton saja. Apakah kita mau kota madani di Aceh hanya sebatas simbol? Dan kota madani sesungguhnya malah ada di Jerman.

Rugi sekali tetes peluh dan darah nenek moyang orang Aceh yang telah bersusah payah membangun Aceh. Apabila akhirnya dilupakan begitu saja jasa-jasa mereka oleh generasi saat ini. Aceh seperti telah kehilangan ruhnya. Mungkinkah ruh Islam dari Aceh memang telah pindah ke Jerman?



Daftar bacaan :
Barlian AW, Anehnya Aceh 2014
Hasan Basri M. Nur, Geografi Islam 2015