Hidup
adalah suatu anugrah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Tanpa kita sadari,
Allah SWT yang tidak pernah lupa pada hambanya selalu senantiasa memberikan
rahmat dalam setiap hembusan nafas hamba yang ia cintai. Sungguh Allah SWT
tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Apabila
Allah SWT
menghendaki kehidupan seseorang akan berhenti saat ini juga, Kun fayakun. Apapun bisa terjadi. Namun manusia hanya bisa meremehkan saja, mereka berfikir
bertaubat hanya pada saat ajal akan menjemput. Pernyataan itu sungguh mengiris
hati bagi yang mendengarnya.
Megahnya masjid tidak seimbang dengan jamaahnya.
Apa
gunanya masjid yang begitu banyak dan terdapat dimana-mana, tapi hanya
dibiarkan, layaknya lukisan lama yang indah namun diletakkan didinding hanya untuk kita lihat saja. sungguh mengharukan, pada hakikatnya masjid
yang merupakan rumah Allah SWT tersebut
dibiarkan kosong dengan penghuni yang hanya itu-itu saja,
seperti imam mesjid dan orang-orang tua lanjut usia yang sudah terbukakan pintu hatinya. Bahkan masjid hanya dijadikan sebagai tempat para pelancong yang
hendak beristirahat.
Masjid
Raya Baiturrahman, lihatlah mesjid itu sekarang. Masjid yang amat sangat
dibanggakan oleh rakyat Aceh itu sekarang sangat menakjubkan, masjid ini siap menampung ribuan masyarakat. Seperti dalam targetnya masjid ini dibuat layaknya masjid Nabawi yang ada di Madinah Arab Saudi.
Mari
kita lihat sekarang dan beberapa tahun kedepan, apakah masjid yang sudah dibangun nan megah
itu akan selalu terpenuhi oleh orang-orang mukmin yang menunaikan shalat? Sayangnya
masjid
untuk saat ini hanya terpenuhi pada saat lebaran saja. Bahkan disaat bulan ramadhan pun kejadian yang
tak asing lagi kita temui adalah semakin hari semakin berkurangnya jamaah yang
menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid.
Sederhana,
manusia diberi kehidupan dan sebagai imbalannya
manusia juga di beri tugas yang tak lain yaitu menjalankan segala yang
perintahkan oleh Allah SWT serta mematuhi segala larangannya. Hidup hanya
sekali, tak bisa kita pungkiri namun itu kenyataannya.
Tua
muda sama saja, shalat sudah tak ada guna, dibenaknya hanya terfikirkan
keindahan dunia semata, adzan yang berkumandang dibiarkan begitu saja. tanpa
memperdulikannya. mereka yang sibuk dengan kegiatannya didunia
sungguh dalam keadaan rugi.
Mereka Mencintai Agama Islam
Bila
kita lihat lebih dalam, banyak Negara
yang mayoritasnya beragama Kristen bahkan Yahudi
sudah mulai mencintai agama Islam. Dan beralih keyakinan menjadi Muslim. Dibeberapa Negara besar didunia saat ini contohnya Jerman,
agama islam sudah menjadi agama terbesar kedua yang diakui keberadaannya.
Mereka
mencintai agama islam, kita yang sudah lebih dulu menganut agama islam bahkan
sejak lahir pun tidak mau mencintai agama kita sendiri. tidakkah kita merasa
malu ? sadarkah kita bahwa agama islam akan hilang dari bumi aceh ini ?
Berbekal pengetahuan tentang perbandingan agama,
orang-orang barat yang mencari tahu tentang islam, mulai merasa ragu dengan
agama sebelumnya. karena melihat ada banyak keraguan dalam agama mereka sendiri
(yahudi atau kristen). Bahkan yang sebelumnya tidak beragama pun (atheis),
merasa tertarik untuk mengetahui tentang islam.
Ajaran islam secara kajian ilmiah, merupakan ajaran yang
paling jelas dan terperinci, pasalnya orang barat sangat kritis dan tidak mau
menerima mentah-mentah apa yang mereka dengar atau baca. Mereka akan
benar-benar menggali dan mencari tahu secara ilmiyah. Dan terbukti isi kandungan
Al-qur’an tak dapat dibantah oleh ilmu pengetahuan tercanggih sekalipun.
Orang mualaf yang tadinya ‘buta’ tentang Islam merasa
menyesal dan sangat menyayangkan citra Islam yang begitu buruk di media-media
Barat. Sehingga, ketika cahaya Islam mereka dapatkan, mereka sangat ingin
mengajak orang lain untuk ikut menyebarkan agama yang sangat indah ini. Islam
telah dirasakan sebagai agama yang paling menjunjung tinggi kedamaian. Bukan
seperti yang dicitrakan selama ini. Islam adalah teroris. Itu salah besar!
Di jerman, rumah-rumah ibadah untuk umat muslim semakin
diperbanyak. Dan gereja-gereja banyak yang tutup. Bahkan ada gereja yang diubah
menjadi masjid atau islamic center. Jual-beli rumah ibadah ini bukan karena
faktor ekonomi. Melainkan karena jama’ah gereja semakin banyak yang
meninggalkan gereja.
Kebebasan beragama, membuat orang Barat merasa mudah
berganti agama. Apabila ragu dengan keyakinannya maka mereka bebas memiki agama
mana yang dirasa cocok bagi mereka. Tak heran jika para orang tua tidak
menghalang-halangi bahkan mendukung anak-anak mereka menjadi Muslim selama itu
adalah demi kebebasan beragama dan independen. Demikian fenomena di barat yang
sangat paradoks dengan fenomena di Aceh.
Jangan salahkan bangsa Barat apabila kebangkitan Islam
mendatang malah akan dipimpin oleh mereka. Dan kita sebagai orang yang pernah
bersusah payah membangun Islam malah menjadi penonton saja. Apakah kita mau
kota madani di Aceh hanya sebatas simbol? Dan kota madani sesungguhnya malah
ada di Jerman.
Rugi sekali tetes peluh dan darah nenek moyang orang Aceh
yang telah bersusah payah membangun Aceh. Apabila akhirnya dilupakan begitu
saja jasa-jasa mereka oleh generasi saat ini. Aceh seperti telah kehilangan
ruhnya. Mungkinkah ruh Islam dari Aceh memang telah pindah ke Jerman?
Daftar
bacaan :
Barlian
AW, Anehnya Aceh 2014
Hasan
Basri M. Nur, Geografi Islam 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar